![]() |
| Suka Bertualang |
Sunday, September 27, 2015
SEMUA TENTANG AKU
Diberi nama oleh orang tua dengan nama lengkap Muh. Jamil, biasa dipanggil Jems oleh teman-teman kampus. Lahir dari keluarga sederhana di sebuah desa "Pattiro Bajo" sekitar 15 KM dari Ibukota Kabupaten Bone (Watampone). Dari pasangan Mustafah (Mus) - St. Aisyah (Ica), anak kedua dari 4 bersaudara.
Menyelesaikan pendidikan Sarjana S1 (Teknik Informatika) di UIN Alauddin Makassar. pendidikan SMA di MAN 2 Model Makassar dan juga pernah mengenyam pendidikan agama di pondok pesantren MDIA Taqwa Makassar ; yayasan yang didirikan oleh ulama kharismatik Sulsel (AGH. Al-Allamah Nashirussunnah K.H. Muhammad Nur), dan ketika itu berhasil menghapal Al-Qurán 7 Juz. Hingga saat ini masih sering dipercaya untuk menjadi imam tarwih pada bulan Ramadhan di mesjid Makassar maupun di Bone.
Tuesday, September 22, 2015
CINTA DALAM DIAM
Mendoakan seseorang, berarti kita mencintai orang itu,
paling tidak dia terlintas dalam benak kita saat itu.
Berdoa berarti meminta, memohon, menginginkan sebuah pengharapan. Berdoa adalah cara mencintai dalam diam.
Selalu setiap saat saya menyelipkan nama dia di dalam doa, saya tidak pernah berdoa untuk kebahagiaan kita (baca : aku dan dia) karenanya saya berdoa hanya untuk kebaikan dia, jika dia tidak dapat bersama saya dan dia memilih untuk bersama yang lain saya berdoa semoga kebahagiaan yang dia rasakan saat ini akan selalu menyelimuti hari-harinya. Terdengar munafik atau naif ?
Sebenarnya saya menginginkan dia tetap di sisi saya namun jika bersama saya ternyata dia tidak merasakan bahagia untuk apa ? Memaksakan sesuatu hasilnya sudah pasti tidak baik. Saya mendoakanmu selalu karena saya hanya bisa mencintaimu dalam diam.
Tidak ada cinta yang menakutkan.. Cinta itu fitrah selama dia berjalan dalam koridor agama. Cinta itu suci dan harus ditempuh dengan cara yang suci juga supaya fitrahnya tidak ternodai.
Berdoa berarti meminta, memohon, menginginkan sebuah pengharapan. Berdoa adalah cara mencintai dalam diam.
Selalu setiap saat saya menyelipkan nama dia di dalam doa, saya tidak pernah berdoa untuk kebahagiaan kita (baca : aku dan dia) karenanya saya berdoa hanya untuk kebaikan dia, jika dia tidak dapat bersama saya dan dia memilih untuk bersama yang lain saya berdoa semoga kebahagiaan yang dia rasakan saat ini akan selalu menyelimuti hari-harinya. Terdengar munafik atau naif ?
Sebenarnya saya menginginkan dia tetap di sisi saya namun jika bersama saya ternyata dia tidak merasakan bahagia untuk apa ? Memaksakan sesuatu hasilnya sudah pasti tidak baik. Saya mendoakanmu selalu karena saya hanya bisa mencintaimu dalam diam.
PERCYALAH, JODOH AKAN DATANG MESKI TAK DIKEJAR
Kisah percintaan yang dialami setiap insan manusia selalu unik
dan berbeda-beda. Banyak yang bernasib mujur dan tidak sedikit pula yang
kurang beruntung jika sudah bicara soal jodoh.Banyak orang yang berharap untuk segera dipertemukan dengan jodohnya, namun kadang kala hingga diusia senja tak pula kunjung mendapatkan jodoh.
Hingga banyak cara yang dilakukan orang untuk dapat menggapai jodoh yang dia inginkan, seperti ke biro jodoh, reality show bertajuk mencari pasangan, ataupun ke paranormal.
Monday, September 21, 2015
MENCAPAI POTENSI HIDUP YANG MAKSIMAL
rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai
kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang
sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.
Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :
* Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini
dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,
meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap
aspek kehidupanmu.
Saturday, September 12, 2015
HARAPAN ADALAH KEKUATAN TERBESAR
Sepasang suami isteri menggelar dagangannya di trotoar jalan. Saat itu petang turun terburu-buru. Lampu jalan cukup terang untuk menerangi dagangan mereka.
Di kanan kiri tumpukan puing-puing bongkaran pasar mengepung. Di depan berlalu-lalang kendaraan dan langkah-langkah cepat.
Siapa pula tertarik membeli? Namun, mereka berdua silih berganti menyapa dan menawarkan dagangan.
Kaos anak warna-warni, setangan sebungkus tiga, rok kecil, dan entah apalagi.
“Wahai suami isteri pedagang, mengapa kalian yakin ada yang membeli dagangan itu. Bagaimana kalian bias menjajakan barang di keremangan dan keriuhan seperti ini?”
Sunday, February 10, 2013
MATA TAK TERPEJAM
Lelah.. bukan main raga ini.
Tulang dan persendian terasa sakit, habis main futsal kemarin sore. Tapi entah, mata ini belum terpejam. Lelah ini seolah tak menjadikan sebuah alasan untuk beristirahat. Yah, ada yang menggangu pikiranku. Mungkin saja karena kejadian kemarin sore. Urat saraf sedikit menegang dan kulit wajah lumayan berkerut karena marah.
Mata ini belum juga terpejam. Kuperhatikan jam digital diponsel Androidku, 01.58. Sudah tengah malam rupanya. Kuputuskan ambil laptop ditas, kunyalakan dan kumulai menulis cerita ini. Ditemani seorang kawan yang sedang asyik terdiam menikmati game yang sedang Ia mainkan, sementara dua orang lainnya sudah tertidur pulas. Sebuah botol plastik di depanku, dengan merek terkenal Coca-Cola yang masih berisi. Kutuangkan kegelas yang memang telah kusiapkan dari tadi. Lumayan nikmat untuk malam ini.
Aku teringat dengan candaan seorang teman barusan,
Aku jawab "Kenapa bisa? Maksudnya?"
Teman itu kemudian melanjutkan "Masa Sejadah dijadikan Lap?"
"Hahahahahahahahahahahaha"
Guyonan itu lumayan menghiburku.
Mata ini belum terpejam.......
masih disini menunggu pagi (mengutip lirik lagu Petepan)
menuggu pagi alias begadang.
Mau belajar, nda mood, mau tidur mata belum bisa terpejam.
jadi bagaimana ceritanya kalau begini????
TUNGGU KISAH SELANJUTNYA!!!
Tuesday, September 25, 2012
ALUR CINTA
Kecewa, terluka, menangis, dan bersedih... itu hal yang wajar dalam cinta...Jika mereka tidak ada, maka cinta tidak akan terasa dalam.
Yah, memang terkadang harus meninggalkan cinta yang telah menyakiti untuk temukan cinta yang membuat bahagia.
Demikianlah alur kehidupan.. sadar atau tidak, semua pernah melalui.
Hingga ujung nanti, takdir jualah yang kan berbicara.
Seperti apa dan bagaiman cinta itu menyapa... dan seperti apa dan bagaimana cinta itu menjauh darimu... Tak usah ditangisi!!!
Berjuang untuk cinta, memang harus! Tapi ada batas kewajaran
Bila harus terjatuh.. pasti kan ada yang menangkapmu.
Biarkan malam menjadi malam.. biarkan siang menjadi siang.. biarkan angin berhembus dengan pelan..
dan biarkan seruling bertiup indah..
Biarkan Berjalan Apa adanya!
Cinta itu hati, bukan raga..
Raga hanya perwujudan kulit terluar cinta..
Biarkan mereka bersama, biarkan mereka tertawa.. biarkan mereka berpelukan, biarkan mereka bermesraan hingga penghujung nanti ketetapan Tuhan yang akan bercerita.
Biarkan Berjalan Apa Adanya! Peluklah kesedihan itu dengan mesra.
Ukir senyum indah dibibirmu..
Pahami tentang arti dirimu..
Langit selalu menaungimu..
B
umi selalu menopang langkahmu..
Jalan disini, dibelakangku ikuti langkahku..
Jika kuberlari, tetaplah bersamaku
Ceritakan semua sedihmu, juga sedihku.
(Mamoa, 10/02/13)
Monday, June 20, 2011
AKU INGIN MELAWAN !
entah apa yang ingin kutuliskan disini, pikiran ku kosong seolah tanpa isi.
begitu juga dengan jiwaku, yang seakan aku tak kenali.
raga ini seolah tak berpijak dibumi, ada kegelisahan yang selalu mengusik batinku.
yah... sebuah kegelisahan yang membuatku benci, jengkel dan ingin memberontak.
aku muak dengan keadaan yang aku saksikan setiap harinya. ketidak adilan, keserakahan, penindasan, dan tidak ada lagi aturan yang berlaku.
mereka semua merasa dirinya pintar, padahal mereka bodoh.
mereka mengangap diri mereka hebat, padahal mereka hanya mengandalkan uang dan jabatan.
mereka mengagung-agungkan tentang keadilan, tapi mereka sendiri yang tidak berlaku adil.
aku teringat dengan pesan IMAM ALI :”Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yg tak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik, tp tak berakal. Ada orang berakal tp tak beriman. Ada lidah fasih tapi berhati lalai. Ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tp mewarisi kesombongan iblis. Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi. Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat. Dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat. Dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan. Dan ada pelacur yang tampil jadi figur. Ada orang punya ilmu tapi tak paham. Ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi. Ada yang bodoh tak tau diri. Ada orang beragama tapi tak berakhlak. Dan ada yang berakhlak tapi tak berTuhan.
Lalu diantara semua itu dimanakah kau berada?”
cobalah jawab pertannyaan itu? sebuah pertanyaan yang tentunya sangat gampang untuk kita jawab namun kita enggan menjawabnya. kenapa?, karena kita mengakui semua kebenaran yang diucapkan oleh sang Imam. namun seolah kita tidak sadar.
dari pesan Imam Ali tersebut, kita bisa melihatnya pada potret kehidupan masa kini. bangsa kita yang tercinta ini telah banyak didirikan sekolah-sekolah hebat dan telah banyak mencetak alumni-lumni yang pintar namun Ada orang punya ilmu tapi tak paham. Ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi.
belum lagi tentang polemik pemerintah sekarang ini, berbagai macam kasus bergulir yang ditendang kesana-kemari namun tidak ada penyelasian sama sekali. kasus yang satu diungkit untuk menutupi kasus yang lainnya. dan yang lebih parah lagi bahwa negeri ini dijadikan sebagai dinasti politik.
sekali lagi aku katakan : "AKU INGIN MELAWAN". saya muak dengan semua ini.
namun sanggupkah aku? mampukah aku menerobos kokohnya benteng pertahanan mereka?
aku ingin memporak-porandakan istana-istana mereka yang dihuni kaum-kaum munafik.
begitu juga dengan jiwaku, yang seakan aku tak kenali.
raga ini seolah tak berpijak dibumi, ada kegelisahan yang selalu mengusik batinku.
yah... sebuah kegelisahan yang membuatku benci, jengkel dan ingin memberontak.
aku muak dengan keadaan yang aku saksikan setiap harinya. ketidak adilan, keserakahan, penindasan, dan tidak ada lagi aturan yang berlaku.
mereka semua merasa dirinya pintar, padahal mereka bodoh.
mereka mengangap diri mereka hebat, padahal mereka hanya mengandalkan uang dan jabatan.
mereka mengagung-agungkan tentang keadilan, tapi mereka sendiri yang tidak berlaku adil.
aku teringat dengan pesan IMAM ALI :”Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan. Keyakinan hanya tinggal pemikiran, yg tak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik, tp tak berakal. Ada orang berakal tp tak beriman. Ada lidah fasih tapi berhati lalai. Ada yang khusyuk namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tp mewarisi kesombongan iblis. Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi. Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat. Dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat. Dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan. Dan ada pelacur yang tampil jadi figur. Ada orang punya ilmu tapi tak paham. Ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi. Ada yang bodoh tak tau diri. Ada orang beragama tapi tak berakhlak. Dan ada yang berakhlak tapi tak berTuhan.
Lalu diantara semua itu dimanakah kau berada?”
cobalah jawab pertannyaan itu? sebuah pertanyaan yang tentunya sangat gampang untuk kita jawab namun kita enggan menjawabnya. kenapa?, karena kita mengakui semua kebenaran yang diucapkan oleh sang Imam. namun seolah kita tidak sadar.
dari pesan Imam Ali tersebut, kita bisa melihatnya pada potret kehidupan masa kini. bangsa kita yang tercinta ini telah banyak didirikan sekolah-sekolah hebat dan telah banyak mencetak alumni-lumni yang pintar namun Ada orang punya ilmu tapi tak paham. Ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi.
belum lagi tentang polemik pemerintah sekarang ini, berbagai macam kasus bergulir yang ditendang kesana-kemari namun tidak ada penyelasian sama sekali. kasus yang satu diungkit untuk menutupi kasus yang lainnya. dan yang lebih parah lagi bahwa negeri ini dijadikan sebagai dinasti politik.
sekali lagi aku katakan : "AKU INGIN MELAWAN". saya muak dengan semua ini.
namun sanggupkah aku? mampukah aku menerobos kokohnya benteng pertahanan mereka?
aku ingin memporak-porandakan istana-istana mereka yang dihuni kaum-kaum munafik.
Monday, May 2, 2011
(SEKEDAR CORETAN ; Jamil Musica; Mahasiswa Teknik Informatika UIN Alauddin yang tak lulus-lulus)
Kembali aku menatap dunia yang liar. Aku tidak ingin kalah oleh liciknya jebakan dunia!
Tak ada yang tahu, entah apa yang akan terjadi nanti, bahkan ketika kedipan mata serta hembusan nafas yang keluar dari tubuh fana hilang dihisap oleh alam sekitar. Kita tak pernah tahu apakah masih ada kesempatah untuk sekali lagi mengedipkan mata.
Bahkan kita tidak bisa menjamin pada diri sendiri untuk sekedar bisa menarik nafas yang sama pada detik berikutnya, kecuali hanya dengan izin Sang Empunya hidup hingga Allah Swt memberikan Irada-Nya. Dan sesungguhnya takdir jualah yang menuntun kita hingga dititik ini.
Angin zaman memang telah berubah arah. Sementara gerbang dunia luar telah terbuka lebar-lebar dan siap menyambut kita dengan segala kegenitan serta gemerlap yang menggoda. Dan diantara genit dan gemerlap itu ada taring-taring tajam kehidupan yang setiap saat siap untuk menerkam.
Aku sadar dan entah apakah kalian juga sadar, bahwa kita sekarang berada diantara masyarakat yang sedang “sakit”, masyarakat yang tampak baik-baik saja itu sebenarnya adalah sebuah bangunan rapuh yang bisa dihempaskan dengan mudah kapan saja, bahkan oleh tiupan angin yang lembut sekalipun. Diantara hitam dan putih seolah samar dan menjadi satu.
Tak ada yang tahu, entah apa yang akan terjadi nanti, bahkan ketika kedipan mata serta hembusan nafas yang keluar dari tubuh fana hilang dihisap oleh alam sekitar. Kita tak pernah tahu apakah masih ada kesempatah untuk sekali lagi mengedipkan mata.
Bahkan kita tidak bisa menjamin pada diri sendiri untuk sekedar bisa menarik nafas yang sama pada detik berikutnya, kecuali hanya dengan izin Sang Empunya hidup hingga Allah Swt memberikan Irada-Nya. Dan sesungguhnya takdir jualah yang menuntun kita hingga dititik ini.
Angin zaman memang telah berubah arah. Sementara gerbang dunia luar telah terbuka lebar-lebar dan siap menyambut kita dengan segala kegenitan serta gemerlap yang menggoda. Dan diantara genit dan gemerlap itu ada taring-taring tajam kehidupan yang setiap saat siap untuk menerkam.
Aku sadar dan entah apakah kalian juga sadar, bahwa kita sekarang berada diantara masyarakat yang sedang “sakit”, masyarakat yang tampak baik-baik saja itu sebenarnya adalah sebuah bangunan rapuh yang bisa dihempaskan dengan mudah kapan saja, bahkan oleh tiupan angin yang lembut sekalipun. Diantara hitam dan putih seolah samar dan menjadi satu.
Sunday, November 14, 2010
SAHABAT

Merekalah yang menjadi sejarah hidupku dikemudian hari...
berjuang melintasi detik demi detik waktu yang terus berlalu...
pernah kita dalam susah... tapi dengan senyum semuanya menajdi indah...
aku mengerti kalian... dan kalian mengerti aku...
adalah sebuah cerita hidup yang begitu sempurna dan sulit untuk diterjemahkan dengan kalimat apapun...
Aku disini mengenang kalian... aku disini merindukan kalian...
meski jarak kita tidak begitu jauh... tapi kerinduan ini menjadi sebuah simbol akan lekatnya perasaan ini terhadap kalian...
melintasi jalan berbatu, mendaki perbukitan terjal, menantang kegelapan malam, menyusuri setapak yang licin adalah sebuah pengalaman hidup yang tak terbantahkan bahwa memang sangat indah...
mari kita ulangi lagi petualangan kita...
sampai akhirnya kita semua mencapai jati diri yang sejati...
dimana kita akan mempersembahkan berjuta kemenangan untuk orang-orang yang kita cintai...
"kerinduan adalah tahap tertinggi dalam percintaan"
Subscribe to:
Posts (Atom)




