Wednesday, December 30, 2009

CATATAN AKHIR TAHUN

Tahun 2009 hampir usai.... sementara apa yang telah kupersembahkan untuk hidup ini belum lah ada...
telah banyak kisah yang telah terukir ditahun ini.... kisah bersama keluarga, kawan, sahabat dan kekasih hati...
kutahu kisah yang kemarin takkan mungkin terulang lagi...
semuanya akan menjadi kisah klasik untuk masa depan.. yang mungkin akan kita rindukan.

waktu terus berlalu.. dan entah kapan akan terhenti... hanya Tuhan yang Tau... kita hanya bisa menjalaninya...
di tahun ini... Kakekku dan pamanku berpulang kerahmatullah... memang sedih untuk menjalaninya. tp aku tetap mencoba tegar... meski didalam hati sebenarnya teriris perih.
aku selalu tegar krn aku yakin semua ini adalah cobaan yang mesti digali hikmahnya.
Bila kita tak segan mendaki lebih jauh lagi Kita akan segera rasakan betapa bersahabatnya alam. Setiap sudut seperti menyapa Bahkan teramat akrab Seperti kita turut membangun. Seperti kita yang merencanakan Pucuk-pucuk pinus seperti berebut Bergesek berdesak, berjalin tangan Ranting kering luruh adalah nyanyian Selaksa puisi bergayut di dahan. leburlah di sini Kini tinggal menunggu datang hembusan angin

aku ingat pesan AYAH
“Puncak kesedihan adalah tangis, puncak kebahagiaan pun juga tangis. Selebihnya, belajarlah untuk menghormati ibumu. Cintailah ia dengan penghormatan yang tinggi dan perhatian yang tulus. Sesungguhnya, surgamu ada di telapak kakinya. Kalau sekali waktu ibumu tampak membelalak atau wajahnya sedikit cemberut, ketahuilah ...nak … tentang penat yang ia rasakan, karena harus menyayangimu tanpa batas waktu”.
AYAHKU jg berkata :“Anakku, semua itu tak bisa diukur dengan benda. Uang memang tak mengalir setiap hari. Benda-benda pun tak datang sendiri. Tetapi anakku, rusaknya benda-benda berharga karena engkau jadikan alat untuk belajar, tak ada nilainya dibanding ilmu yang engkau dapat, dan pengalaman yang menghidupkan jiwamu”.
Sebuah pilihan pasti sarat dg cobaan. Jangan kau pandang sebagai sebuah masalah, tp camkan sebagai sebuah ujian hingga kau tertantang mengurai dan mendapatkan jawabannya. Memilih belum tentu benar, tapi benar didapat dr memilih. Jadi apapun itu, jika kamu menetapkan untuk tidak memilih, pd dasarnya tetaplah memilih. Carilah, pilihlah, putuskanlah.
Ayahku jg pernah berkata kepadaku :Tentang kehidupan, ambilah setiap kesempatan dan pikullah tanggung jawabnya. Jangan hanya mau indahnya saja, tapi terimalah pula kepedihan di dalam sana. Terima setiap pilihanmu dalam suatu paket baik buruknya. Itulah hidup yg bagi kita adalah berani menerima tantangan, dan berani mempertanggung jawabkan.

0 komentar:

Post a Comment